ASKEP RETENSIO PLASENTA PDF

ASKEP RETENSIO PLASENTA PDF

Pathway Retensio Plasenta Perdarahan Post Partum Karena Retensio Bisa Plasenta. Full description. SOP PENANGANAN RETENSIO Lp Retensio Plasenta. Lp Retensio PlasentaFull description SOP PENANGANAN RETENSIO Pathway Retensio Plasenta. Pathway. Pathway Retensio Plasenta. Pathway Retensio Plasenta. SOP PENANGANAN RETENSIO Solusio Plasenta. askep solusio plasenta.

Author: Tojabei Nall
Country: Uzbekistan
Language: English (Spanish)
Genre: Politics
Published (Last): 26 January 2018
Pages: 288
PDF File Size: 3.2 Mb
ePub File Size: 20.7 Mb
ISBN: 629-6-94569-513-1
Downloads: 64238
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Meztirg

Lp Retensio Urin urin. Lp Gangguan Eliminasi Urine kencingFull description. Lp Gangguan Eliminasi Urine kencing.

SOP Retensio Plasenta sop. Tutorial Klinik Retensio Plasenta tutorialFull description. Sop Retensio Plasenta aFull description. Pembentukan Urine tugas pembentukan urineFull description.

Disusun Oleh Dian Nirmala Sari Pmbuangan pembuangan dapat bowel Wartonah, Miksi adalah proses pengosongan sisa-sisa melalui kandung urine kemih dan bila kandung kemih terisi. Sistem tubuh yang berperan dalam terjadinya proses eliminasi urine adalah ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra.

Proses ini terjadi dari dua langkah terisi utama yaitu: Meskipun refleks miksi adalah refleks autonomik medula spinalis, refleks ini bisa juga dihambat atau korteks serebri atau batang otak Gangguan eliminasi urin adalah individu mengalami atau ditimbulkan keadaan berisiko oleh dimana mengalami pusat seorang disfungsi eliminasi urine. Biasanya orang yang mengalami gangguan eliminasi urin akan dilakukan kateterisasi urine, yaitu tindakan memasukan selang kateter ke dalam kandung kemih melalui uretra dengan tujuan mengeluarkan urine.

Pertumbuhan dan perkembangan Usia dan berat badan dapat pengeluaran urine. Pada berkurang, demikian usia juga mempengaruhi lanjut, wanita jumlah volum hamil bladder sehingga frekuensi berkemih juga akan lebih sering. Sosiokultural Budaya masyarakat dimana sebagian masyarakat hanya dapat miksi pada tempat tertutup dan sebaliknya pada masyarakat yang dapat miksi pada lokasi terbuka. Psikologis Pada keadaan cemas dan stress akan meningkatkan stimulasi berkemih.

Kebiasaan Seseorang Misalnya seseorang hanya bisa berkemih di toilet sehingga ia tidak dapat berkemih menggunakan pot urin. Tonus otot Eliminasi urine membutuhkan tonus otot bladder, otot abdomen, dan pelvis untuk berkontraksi.

Jika ada gangguan tonus otot, dorongan untuk berkemih juga akan kurang. Intake cairan dan makanan Alcohol menghambat antideuretik hormon ADH untuk meningkatkan pembuangan urin. Kopi, teh, coklat, cola mengandung Cafeine dapat meningkatkan pembuangan dan ekskresi urin.

Kondisi penyakit Pada pasien yang demam terjadi penurunan produksi urin karena banyak cairan yang dikeluarkan melalui kulit. Radangan dan iritasi organ kemih menimbulkan rstensio urin.

Pembedahan Penggunaan anastesi menurunkan filtrasi sehingga produksi urin akan menurun. Pengobatan Penggunaan duritik meningkatkan output kolinergik, dan anti hipertensi urin. Pemriksaan diagnostik Intravenus pyelogram dimana sebelum prosedur untuk glomerulus urin, menimbulkan pasien mengurangi dibatasi output anti retensi intak urine.

Cystocospy plasentq mnimbulkan edema lokal pada uretra, spasme, dan spinter bladder sehingga dapat menimbulkan urine.

Retensi Urine Merupakan penumpukan ketidakmampuan urine untuk dalam bladder dan mengosongkan kandung kemih. Penyebab distensi bladder adalah urine yang terdapat dalam bladder melebihi ml. Inkontinensia Urine Ketidakmampuan otot spinter eksternal sementara atau menetap untuk mengontrol inkontinensia: Enurisis Merupakan ketidaksanggupan yang diakibatkan kemih menahan karena bagian kemih bawah mengompol ketidakmampuan untuk mengendalikan spinter eksterna.

  GRUNDSTUFEN-GRAMMATIK SCHLSSEL PDF

Biasanya terjadi pada anak-anak atau orang jompo. Retensio urine adalah kesulitan fesika miksi karena kegagalan urine dari urinaria B. ETIOLOGI Penyebab dari pembesaran infeksi, retensi urine kelenjar prostat, kalkulustrauma, antara kelainan lain uretra melahirkan atau diabetes, tumor, gangguan persyarafan stroke, cidera tulang belakang, multiple sklerosis dan menyebabkan kontraksi parkinson. Retensi urin akut Retensi urin yang akut adalah ketidakmampuan berkemih tiba-tiba dan disertai rasa sakit meskipun buli-buli terisi sakit penuh.

Kondisi yang terkait adalah tidak dapat berkemih sama sekali, kandung disertai rasa kemih nyeri, penuh, dan terjadi keadaan tiba-tiba, ini termasuk kedaruratan dalam urologi. Kalau tidak dapat berkemih sama sekali segera dipasang kateter 2. Hal ini dapat disebabkan karena pembesaran prostat, pembesaran sedikit2 lama2 ga bisa kencing. Bisa kencing sedikit tapi bukan karena keinginannya sendiri tapi keluar sendiri karena tekanan lebih tinggi daripada tekanan sfingternya. Kondisi yang terkait adalah masih dapat berkemih, namun tidak lancarsulit memulai mengosongkan berkemih kandung hesitancykemih dengan tidak sempurna dapat tidak lampias.

Retensi urin kronik tidak mengancam nyawa, namun dapat menyebabkan permasalahan medis yang serius di kemudian hari. Diawali dengan urine mengalir lambat 2. Kemudian terjadi poliuria yang makin lama menjadi parah karena pengosongan kandung kemih tidak efisien.

Terjadi distensi abdomen akibat dilatasi kandung kemih 4. Terasa ada tekanan, kadang terasa nyeri dan merasa ingin BAK. Pada retensi berat bisa mencapai cc F. Sistoskopi pemeriksaan kandung kemih 5.

Dilatasi urethra dengan boudy. Urolitiasis atau nefrolitiasis 2. Ekstravasasi urine dengan bahan I. Definisi Retensio urin postpartum merupakan tidak adanya proses berkemih atau spontan dapat setelah berkemih kateter spontan menetap dengan urin dilepaskan, sisa kurang dari ml Retensio urin merupakan salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada kasus obstetri. Retensi urine post partum dapat terjadi pada pasien yang mengalami kelahiran normal sebagai akibat dari peregangan atau trauma dari dasar kandung faktor kemih dengan predisposisi lainnya meliputi sectio cesarea, anestesia, pada edema trigonum.

Patofisiologi Pada masa kehamilan pada saluran terjadi kemih, peningkatan sebagian elastisitas disebabkan oleh efek hormon progesteron yang menurunkan tonus otot detrusor. Pada bulan ketiga kehamilan, otot detrusor kehilangan tonusnya dan kapasitas vesika urinaria meningkat perlahan-lahan.

Akibatnya, wanita hamil biasanya merasa ingin berkemih ketika vesika urinaria berisi ml urin. Ketika wanita hamil berdiri, uterus yang membesar menekan vesika urinaria. Tekanan menjadi dua kali lipat ketika usia kehamilan memasuki 38 minggu. Penekanan ini semakin membesar ketika bayi akan dilahirkan, memungkinkan terjadinya trauma intrapartum pada uretra dan vesika urinaria dan menimbulkan obstruksi.

Tekanan ini menghilang setelah bayi dilahirkan, menyebabkan vesika urinaria tidak lagi dibatasi kapasitasnya oleh uterus. Akibatnya vesika urinaria menjadi hipotonik dan cenderung berlangsung beberapa lama.

Sehingga ibu post partum tidak dapat mengosongkan kandung kemihnya dengan baik. Riwayat kesulitan berkemih 2.

Pasca anestesi blok epidural, spinal, atau pudenda 4. Kala II lama 6. Trauma perineal yang berat seperti sobekan para uretral, klitoris, episiotomy yang besar, rupture grade 2 atau grade 3, oedem yang signifikan 7. Kateterisasi selama atau setelah kelahiran 8. Perubahan sensasi setelah berkemih 9.

  GLCM TUTORIAL PDF

Pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap 4. Gejala Klinis dan Diagnosis Retensi urine memberikan gejala gangguan berkemih, termasuk diantaranya: Pada pasien dengan keluhan saluran kemih bagian bawah, maka anamnesis pemeriksaan jumlah urine pemeriksaan dan pemeriksaan rongga pelvis, yang dikeluarkan urinalisis dan fisik yang pemeriksaan spontan kultur neurologik, dalam urine, volume residu urine, sangat dibutuhkan.

Sop Retensio Plasenta – PDF Free Download

Dikatakan normal jika volume retnesio urine adalah kurang atau sama urine dengan lebih dari 50ml, ml sehingga dapat jika volume dikatakan residu abnormal dan biasa disebut retensi urine. Penatalaksanaan Bladder Training Bladder training adalah kegiatan melatih kandung kemih untuk mengembalikan pola normal berkemih dengan menstimulasi pengeluaran urin. Dengan bladder training diharapkan fungsi eliminasi berkemih spontan pada ibu post partum spontan dapat terjadi dalam 2- 6 jam post partum.

Ketika kandung kemih menjadi sangat mengembang diperlukan kateterisasi, kateter Foley ditinggal dalam kandung kemih selama jam untuk menjaga kandung kemih tetap kosong dan memungkinkan kandung kemih menemukan kembali tonus otot normal dan sensasi.

Bila kateter dilepas, pasien harus dapat berkemih secara spontan dalam waktu jam. Setelah berkemih secara spontan, kandung kemih asskep dikateter kembali untuk memastikan kemih bahwa mengandung residu lebih retensioo dari minimal. Residu urin setelah berkemih normalnya kurang atau sama dengan 50 ml. Program latihan bladder training meliputi: Tujuan dari bladder training adalah melatih kandung kemih untuk meningkatkan kemampuan mengontrol, mengendalikan, plasents meningkatkan kemampuan berkemih.

Secara umum, pertama kali diupayakan berbagai cara yang non invasif agar pasien tersebut dapat berkemih spontan. Pasien post partum harus sedini mungkin berdiri dan jalan ke toilet untuk berkemih spontan c. Terapi medikamentosa diberikan uterotonika agar terjadi involusio uteri yang baik.

Sop Retensio Plasenta

Kontraksi uterus diikuti dengan kontraksi kandung kemih. Data social, budaya, spiritual Umum: Oleh karna itu ,pengkajian keperawatan harus memperhatikan masalah berikut: Retensi urin berhubungan dengan ketidakmampuan kandung kemih untuk berkontraksi dengan adekuat. Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 X 24 jam masalah retensi urine dapat teratasi. Dorong pasien utnuk berkemih tiap jam dan bila tiba-tiba dirasakan. Meminimalkan retensi urin dan distensi berlebihan pada kandung kemih.

Awasi dan catat waktu dan jumlah tiap berkemih. Retensi urin meningkatkan tekanan dalam saluran perkemihan atas c. Distensi kandung kemih dapat dirasakan diarea suprapubik. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi pada kandung kemih. Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 X plasena jam masalah nyeri dapat teratasi. Kaji nyeri, perhatikan lokasi, intensitas nyeri.

Memberikan informasi untuk membantu dalam menetukan intervensi b. Plester selang drainase pada paha dan kateter pada abdomen.

Previous post: